Amalan Setara dengan Dzikir Sejak Subuh Hingga Tengah Hari

Laduni.ID, Jakarta – Amalan ini diajarkan Kanjeng Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam kepada istrinya, Ummul Mukminin Juwairiyah binti al-Harits bin Abi Dhirar bin Habib bin ‘A-idz bin Malik bin Jadzimah atau Sayyiddah Juwairiyah radliyallahu anha (wafat 56 H / 676 M).

Beliau merupakan putri pemuka Bani Mustaliq. Beliau termasuk salah satu istri Nabi shallallahu alaihi wasallam yang juga banyak meriwayatkan hadits.

Di antara hadis yang Sayyidah Juwairiyah radliyallahu anha riwayatkan kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu (wafat 687 M di Thaif) tentang zikir yang Rasulullah ajarkan padanya, untuk diamalkan sehari-hari.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ جُوَيْرِيَةَ، قَالَتْ:أَتَى عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- غَدْوَةً وَأَنَا أُسَبِّحُ، ثُمَّ انْطَلَقَ لِحَاجَتِهِ، ثُمَّ رَجَعَ قَرِيْباً مِنْ نِصْفِ النَّهَارِ، فَقَالَ: (أَمَا زِلْتِ قَاعِدَةً؟).قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: (أَلاَ أُعَلِّمُكِ كَلِمَاتٍ لَو عُدِلْنَ بِهِنَّ عَدَلَتْهُنَّ، أَوْ وُزِنَّ بِهِنَّ وَزَنَتْهُنَّ -يَعْنِي: جَمِيْعَ مَا سَبَّحْتِ-: سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ خَلْقِهِ – ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – سُبْحَانَ اللهِ زِنَةَ عَرْشِهِ – ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – سُبْحَانَ اللهِ رِضَا نَفْسِهِ – ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – سُبْحَانَ اللهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ – ثَلاَثَ مَرَّاتٍ (3) -). رواه احمد.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, dari Juwairiyyah radliyallahu anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendatangiku pagi-pagi dan aku sedang membaca tasbih, lalu beliau berangkat untuk keperluannya, dan beliau kembali lagi sebelum siang hari, lalu beliau bersabda : “Apakah kamu masih duduk?” Iya, “Maukah kamu aku ajarkan kalimat-kalimat yang jika ia diseimbangkan dengannya (bacaan dzikir subhanallah) maka ia akan seimbang atau jika ia ditimbangkan maka ia akan sama timbangannya dengan semua yang kamu tasbihkan, yakni ; Subhanallah adada khalqih (Maha Suci Allah sejumlah ciptaanNya) tiga kali, Subhanallah zinata arsyih (Maha Suci Allah menurut kebesaran arsyNya) tiga kali, Subhanallah Ridha Nafsih (Maha Suci Allah menurut keridhaanNya), dan Subhanallah midaada kalimaatih (Maha Suci Allah sebanyak paparan kalimatNya) tiga kali. (HR. Imam Ahmad rahimahullah).

Kalimat dzikir yang bagus untuk dijadikan sebagai amalan harian dengan cara dibaca dan dipahami maknanya. Bacaan dzikir singkat  ini bisa rutin diamalkan setiap hari setelah shalat shubuh dan shalat maghrib karena memiliki timbangan yang berat dan sangat besar.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, menyebutkan bahwa fadhilah dzikir tersebut setara dengan dzikiran sejak Subuh sampai tengah hari. Atau layaknya sama dengan pahala dzikir seharian.


Source Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi II Khodim Jamaah Sarinyala Kabupaten Gresik

https://www.laduni.id/post/read/74921/amalan-setara-dengan-dzikir-sejak-subuh-hingga-tengah-hari.html