Nasihat Keluarga dari Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz

LADUNI.ID, Jakarta – Kehidupan yang baik merupakan sebuah anugerah luar biasa besarnya yang diberikan Allah kepada hamba-Nya, kehidupan yang baik adalah buah dari amal saleh yang dikerjakan hamba selama hidup di dunia. Kehidupan yang baik bentuknya tidak serta merta dengan kenikmatan dan limpahan harta benda, tetapi ada kekayaan lain yang lebih baik seperti kesehatan jiwa dan raga, kebahagiaan, ketenangan, ketenteraman,  kesejahteraan,  keberkahan,  tempat  tinggal  yang nyaman, kedamaian hati dan jiwa, dan merasa cukup apa yang Allah SWT berikan dan selalu bersyukur.

Dalam QS. al- Nahl/ 16: 97 Allah berjanji akan memberikan  kehidupan yang baik di dunia dan  di akhirat  akan memberikan nikmat yang jauh lebih baik lagi kepada mereka. Kehidupan baik tidak serta merta sesuatu yang baik menurut manusia, tetapi sesuati yang menurutnya tidak baik juga termasuk kehidupan yang baik.

Untuk mencapai kehidupan yang baik tidaklah mudah, semua harus menjadi baik dari anggota keluarga terdekat sampai orang-orang sekitar juga harus baik terlebih dahulu, dalam hal ini Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz memberikan nasihat bagaimana menjadi seorang istri, suami, anak, anak lelaki, ibu, anak dan orang-orang baik. Berikut adalah nasihat dari beliau.

ISTRI
Jadilah ISTRI… yang tunduk patuh pada suami, yang senantiasa berseri seri saat dipandang, yang ridho terdiam saat suami marah, tidak merasa lebih apalagi meninggikan suara, tercantik di hadapan suami, terharum saat menemani suami beristirahat, tak menuntut keduniaan yang tidak mampu diberikan suaminya, yang sadar bahwa ridho-Nya ada pada ridho suaminya.

SUAMI
Berusaha menjadi SUAMI… yang mengerti bahwa istrinya bukan pembantu, yang sadar tak melulu ingin dilayani, yang malu jika menyuruh ini itu karena tahu istrinya sudah repot seharian urusan anak dan rumah, yang tak berharap keadaan rumah lapang saat pulang karena sadar itulah resiko hadirnya amanah amanah yang masih kecil, yang sadar pekerjaan rumah tangga juga kewajibannya, yang rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena rasa sayangnya terhadap istrinya yang kelelahan.

ANAK LELAKI
Usahakan menjadi ANAK LELAKI… yang sadar bahwa ibunya yang paling berhak atas dirinya, yang mengutamakan dan memperhatikan urusan ibunya, yang lebih mencintai ibunya dibanding mencintai istri dan anak anaknya, yang sadar bahwa surganya ada pada keridhoan ibunya.

ORANG TUA
Selalu berusaha menjadi ORANG TUA… yang sadar bahwa anak perempuannya jika menikah sudah bukan lagi miliknya lagi, yang selalu menasehati untuk mentaati suaminya selama suaminya tidak menyuruhnya kepada perkara munkar, yang sadar bahwa keridhoan Allah SWT bagi anaknya telah berpindah pada ridho suaminya.

IBU
Istiqomah menjadi IBU… yang meskipun tahu surga berada di bawah telapak kakinya, tapi tidak pernah sekalipun menyinggung hal tersebut saat anaknya ada kelalaian terhadapnya, yang selalu sadar bahwa mungkin segala kekurangan pada anak anaknya adalah hasil didikannya yang salah selama ini, yang sadar bahwa jika dirinya salah berucap maka malaikat akan mengijabah do’anya, karena itu dia akan berhati berhati dalam menjaga lisannya dari berkata yang mengutuk anaknya.

ANAK
Usaha terus agar menjadi anak… yang senantiasa mendoakan kebaikan bagi orangtuanya dalam keheningan sepertiga malam terakhir, meskipun sehari hari dalam kesibukan rumah tangganya, dalam kesibukan usahanya, dalam kesibukan pekerjaannnya.

ORANG-ORANG
Akhirnya menjadi ORANG-ORANG… yang saling memberikan nasehat dalam kebenaran dan kesabaran, yang saling memaklumi jika hal hal di atas lupa atau lalai dilakukan, sehingga saling memaafkan diantara kita,

Maka…

Rahmat Allah SWT berada diantara kita dan Allah SWT dengan kemurahanNya memaafkan kesalahan kesalahan kita…

Wallahu A’lam Bishawab…

https://www.laduni.id/post/read/56487/nasihat-keluarga-dari-habib-umar-bin-muhammad-bin-salim-bin-hafidz.html