Ini Alasan Ketua Umum PBNU Masukkan Perempuan di Struktrur Kepengurusan

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui ketua umum KH Yahya Cholil Staquf telah mengumumkan secara resmi kepengurusan hasil muktamar ke-34 Lampung masa khidmad 2022-2027 pada Rabu, (12/01/2022) di gedung PBNU Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat.

Beberapa perempuan turut menghiasi jajaran tanfidziah. Seperti Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid atau Alissa Wahid dan Khofifah Indar Parawansa yang merupakan ketua Pimpinan Pusat (Muslimat) NU. Dalam kereranganya KH Yahya Cholil Staquf perempuan masuk kepengurusan hanya soal waktu. Karena sejak awal memang tidak ada pembatasan bahwa PBNU tidak boleh diisi oleh perempuan

“Nah bahwa sekarang kita masukkan kebutuhan sudah cukup mendesak bahwa harus ada perempuan-perempuan yang mengelolas PBNU. Karena ada masalah-masalah besar yang terkait perempuan ini,” ujarnya

Oleh karena itu tokoh-tokoh perempuan yang paling Tangguh dan paling kuat dalam kiprahnya selama ini. Seperti ibu Khofifah Indar Parawansa yang di andalkan untuk mengelola agenda PBNU menyangkut pemberdayaan perempuan.

“Juga Alissa Qotrunnada yang telah malang melintang di forum internasional  pasti dapat di andalkan untuk mengelola pekerjaan-pekerjaan PBNU terkait kerja sama internasional, masalah kemanusian yang didalamnya  masalah perempuan sangat menonjol,” terangnya.

Menurut Alisa Wahid dalam sambutannya, masuknya perempuan di struktur PBNU merupakan trobosan yang sangat penting dalam perjalan NU sebagai jamiyah.

Baca juga:  Gus Ulil: Islam Memandang Perempuan Bekerja

“Walaupun sejak awal kita sadari ruang perempuan sangat besar. Kalau teman-teman media melihat, di acara-acara NU ada ruang yang sangat besar. Dan Bu Nyai it tidak hanya menguri kiai, tetapi juga mengurusi pondok putri, pengajiannya sendiri, bahkan mengurusi kegiatan-kegiatan diruang publik,” kata putri Gus Dur itu.

Alissa membenarkan apa yang telah disampaikan ketua umu di atas. Bahwa perempuan masuk kepengurusan PBNU hanya masalah waktu, dan waktunya dipilih saat ini.

“Jadi ini tentu menjadi saya, dan bu Khofifah juga yakin demikian. Bagi kami ini amanah bukan hanya untuk diri kami pribadi tetapi ini adalah gerbang untuk para perempuan NU memperbesar khidmahnya bagi NU, umat Islam, bangsa dan negara, tentu saja juga bagi peradaban dunia sebagimana visi KH Miftachul Akyar dan KH Yahya,” terangnya.

Melanjutnkan keterangan Alissa Wahid, Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir melalui zoom meeting menuturkan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) perempuan di NU.

Menurut Gubenur Jatim tersebut, ada kebutuhan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia. Kwalitas SDM perempuan di NU dapat dilihat dari  posisi tingkat pendidikannya, kesehatanya, dan pemasukannya

“Jadi mohon maaf seluruh jajaran PBNU. Kalau ada sepuluh ibu di Jatim naik mobil, mengkin di antaranya tujuh adalah warga muslimat. Dari tujuh yang berorganisasi langsung atau tidak, mungkin lima diantaranya kurang mampu. Dalam kondisi seperti ini, maka proses memampukan melalui peningkatan kwaliatas Indeks Pembanguan Manusia (IPM),” terangnya

Baca juga:  Museum Balai Kirti Menerima Koleksi Milik Try Sutrisno dan Hamzah Haz

Jika kaitan dengan ekonomi maka berkaitan dengan beberapa program penguatan ekonomi perempuan terutama di pedesa menjadi hal yang penting. Kemuudian adalah Pendidikan, Pendidikan menurut Khofifah tidak hanya formal, tetapi juga bisa Pendidikan non formal juga menjadi sangat penting.

‘Ini harus diseiringkan dengan penguatan ekonomi perempuan,” ungkapnya

Problem di Indonesia selanjunya adalah menurunkan stunting. Khofifah menilai, untuk 100 tahun NU DI 2026 peningkatan kwlitas SDM di NU terutama perempuan menjadi bagian yang serius untuk ditangani bersama-sama. Guna dapat berseiring dengan memajukan bangsa menuju 1 abad NU.

https://alif.id/read/ba/ini-alasan-ketua-pbnu-masukkan-perempuan-di-struktrur-kepengurusan-b241620p/