Dr. Hamid Choi Yong Kil Tokoh Intelektual Muslim Korea, Penerjemah Al Quran Berbahasa Korea Pertama

Laduni.ID, Jakarta – Dr. Hamid Choi Yong Kil merupakan salah satu tokoh intelektual Muslim Korea yang memiliki pengaruh besar dalam dunia akademis dan pemikiran Islam di Korea Selatan. Sebagai seorang cendekiawan yang mendalami studi Islam secara mendalam dan berkontribusi dalam memperluas pemahaman tentang agama Islam di kalangan masyarakat Korea.

Dr. Hamid Choi Yong Kil lahir dan dibesarkan di Korea Selatan, beliau sempat mengenyam pendidikan di Universitas Islam Madinah, saat itu yang menjadi rektor adalah samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah. Beliau mendapat kedudukan khusus di dalam hati Syaikh dan sering diundang  dijamu di rumah syaikh. Mungkin karena asal beliau dari negeri yang muslim menjadi minoritas. Begitu pula sosok Syaikh bin Baz sangat berkesan di dalam hatinya dalam kedalaman ilmu dan kemuliaan akhlaq.

Dr. Hamid Choi Yong Kil memulai perjalanan intelektualnya dengan mengejar pendidikan tinggi di berbagai lembaga akademis terkemuka di dalam dan luar negeri, salah satunya sebagai dosen study islam dan bahasa Arab di salah satu universitas di Korea Selatan.

Sebagai seorang intelektual Muslim, Dr. Hamid Choi Yong Kil telah mendedikasikan hidupnya untuk memperluas pemahaman tentang Islam di Korea Selatan, aktif dalam memberikan ceramah, seminar, dan kuliah-kuliah yang bertujuan untuk memperkenalkan Islam kepada masyarakat Korea, serta membahas isu-isu penting dalam dunia Islam secara umum.

Selain itu, Dr. Hamid Choi Yong Kil juga dikenal sebagai penulis yang produktif. Karya-karyanya mencakup berbagai topik terkait Islam, seperti sejarah Islam, filsafat, hukum, dan sosial budaya. Buku-buku dan artikel-artikelnya telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan pemikiran Islam di Korea Selatan, Beliau juga menerjemahkan Alquran ke bahasa Korea pertama kalinya.

Proyek penerjemahan ini memakan waktu kurang lebih 7 tahun, Karya ilmiah beliau selain menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Korea juga menerjemahkan Shahih Bukhari, dan beliau juga mempunyai karya tulis lainnya baik yang ditulis sendiri atau terjemahan dalam bidang keislaman lebih dari 90 judul.

Sebagai seorang tokoh intelektual Muslim Korea, Dr. Hamid Choi Yong Kil juga menjadi jembatan antara komunitas Muslim dan non-Muslim di Korea Selatan. Ia terlibat dalam dialog antar-agama dan upaya-upaya untuk memperkuat toleransi dan pemahaman lintas agama.

Dengan dedikasinya yang luar biasa terhadap pemahaman dan penyebaran Islam di Korea Selatan, Dr. Hamid Choi Yong Kil telah menjadi contoh bagi banyak orang, baik Muslim maupun non-Muslim, tentang pentingnya dialog, pemahaman, dan toleransi dalam masyarakat multikultural. Kehadirannya sebagai tokoh intelektual telah memberikan kontribusi yang berarti dalam membangun jembatan antara Islam dan budaya Korea Selatan.[]


Sumber : StoriesFact.id

Editor : Roni

https://www.laduni.id/post/read/525750/dr-hamid-choi-yong-kil-tokoh-intelektual-muslim-korea-penerjemah-al-quran-berbahasa-korea-pertama.html