Seberapa Penting Melitersi Keagungan Nabi Muhammad SAW dalam Pandangan Para Ilmuwan Barat?

0 0

Read Time:7 Minute, 3 Second

 Oleh: Ahmad Rusdiana

Seperti diketahui, mulai 27 September umat Islam sudah memasuki bulan Rabiul Awal 1444 Hijriah. Rabiul Awal adalah bulan ketiga dalam kalender Islam, yaitu setelah bulan Muharram dan sebelum bulan Safar. Bulan ini juga sering disebut dengan bulan Maulid karena bertepatan dengan bulan lahirnya Nabi Muhammad SAW. Dari penetapan tanggal pertama di bulan Rabiul Awal, Peringatan Maulid Nabi akan jatuh pada 8 Oktober mendatang. Ini merupakan salah satu peringatan tahunan yang dirayakan oleh umat Muslim. Di mana peringatan ini sebagai bentuk syukur bagi umat Muslim karena telah lahir sosok tauladan dalam Islam Rasulullah SAW. 

Ada empat tujuan penting dibalik perayaan Maulid Nabi. Pertama, yaitu sebagai bentuk tasyakur kepada Allah SWT atas kelahiran Rasulullah SAW sebagai pembawa cahaya yang menyelamatkan manusia dari kegelapan. Kedua, untuk memuji perjuangan dan jasa Rasulullah. “Karena alam ini tidak akan tercipta jika tidak ada syafaat Nabi Muhammad SAW, sebagaimana tercantum dalam hadits qudsi, (Jika engkau tidak ada, Aku tidak akan menciptakan alam semesta)”  dan tujuan penting ketiga dari perayaan Maulid adalah mencari ilmu untuk mempertebal keimanan dan akidah terhadap ajaran tauhid dan memahami hukum-hukum dalam Islam. Terakhir, lil uswah, seperti yang telah jelas tertera dalam Alquran bahwa Nabi Muhammad adalah suri tauladan bagi manusia. (Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu),” mengutip potongan surah Al-Ahzab ayat 21.

Pribadi agung dan Ilahi, Nabi Muhammad Saw menjadi figur utama dari sebuah peradaban besar umat manusia. Manusia agung ini selalu dipuji oleh para pengikutnya, dan para ilmuwan menciptakan karya-karya yang tak terhitung jumlahnya tentang sosok besar ini. Nabi Muhammad Saw juga dipuji dan menjadi pusat perhatian para orientalis dan non-Muslim.  

Di pendahuluan buku yang diberi judul “Dan Muhammad adalah Utusan-Nya”, orientalis Jerman, Annemarie Schimmel menulis, “Buku ini adalah hasil kecintaan saya selama 40 tahun kepada pribadi Nabi Umat Islam. Pada dekade kedua kehidupan, pertama saya mengenal makna Muhammad sebagai seorang tokoh spiritual dan hal itu membuat saya sangat jatuh hati padanya. Di tahun-tahun yang sarat dengan aktivitas jiwa itu, di antara buku-buku yang menarik hati dan menginspirasi saya adalah buku karya sejarawan Bangladesh, Syed Ameer Ali berjudul ‘The Life dan Teachings of Mohammed’, dan hasil penelitian cerdas Andrae. Di masa kuliah di Universitas Berlin saya juga menikmati lantunan syair Suleyman Celebi tentang Nabi Muhammad Saw. Selama bertahun-tahun di tengah aktivitas penelitian, saya menyadari bahwa Nabi Muhammad, Utusan Tuhan itu adalah orang terakhir dari silsisah nabi-nabi yang membawa agama dan wahyu pamungkas. Sebuah agama yang menghimpun seluruh ajaran agama-agama langit, pada saat yang sama membangun fondasi umum dari awal dengan keaslian dan kemurnian pertamanya.” Al-Quran menjadikan Tuhan bukan sebuah realitas maha perkasa yang berada “jauh di luar sana”. Al Quran menghadirkan Tuhan di dalam fikiran, hati, dan wujud setiap orang yang beriman (mukmin) (Armstrong, 2016).

Keagungan Nabi Muhammad SAW. dalam pandangan Para Ilmuwan Barat lainnya: Pertama dari Seorang orientalis Kanada, Dr. Zuwaimer di dalam bukunya “Timur dan Tradisinya” menyaatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa Muhammad adalah termasuk pemimpin agama terbesar. Bisa juga dikatakan bahwa dia adalah seorang reformis, mumpuni, fasih, pemberani dan pemikir yang agung. Tidak boleh kita menyebutnya dengan apa yang bertentangan dengan sifat-sifat ini. Al-Qur’an yang datang besama Muhammad dan sejarahnya menjadi saksi atas kebenaran klaim ini.”

Seorang Orientalis Jerman Bretly Hiler di dalam bukunya “Orang-Orang Timur dan Keyakinan-keyakinan Mereka” menyaatakan, “Muhammad adalah seorang kepala negara dan punya perhatian besar pada kehidupan rakyat dan kebebasannya. Dia menghukum orang-orang yang melakukan pidana sesuai dengan kondisi zamannya dan sesuai dengan situasi kelompok-kelompok buas di mana Nabi hidup di antara mereka. Nabi ini adalah seorang penyeru kepada agama Tuhan Yang Esa. Di dalam dakwahnya, dia menggunakan cara yang lembut dan santun meskipun dengan musuh-musuhnya. Pada kepribadiaannya ada dua sifat yang paling utama dimiliki oleh jiwa manusia. Keduanya adalah “keadilan dan kasih sayang”.

Bernardesho seorang pemikir Inggris di dalam bukunya “Muhammad” menyatakan, “Dunia ini sangat membutuhkan pemikiran Muhammad. Nabi inilah yang meletakan agamanya senantiasa dalam posisi terhormat dan tinggi, agama yang paling kuat di dalam mencerna seluruh peradaban dan kekal sepanjang masa. Saya melihat banyak dari anak keturunan bangsaku yang masuk agama ini dengan bukti nyata. Agama ini akan mendapatkan kesempatan yang luas di benua ini  maksudnya adalah Eropa. Bahwa para tokoh agama pada abad pertengahan, akibat dari kebodohan dan fanatisme, telah menggambarkan agama Muhammad dengan gambaran yang gelap. Mereka menyebut agama Muhammad sebagai musuh bagi Kristen. Namun setelah saya mengkaji tentang orang ini (Muhammad), saya menemukan kekaguman yang luar biasa. Saya sampai pada kesimpulan bahwa dia bukan musuh bagi Kristen. Namun sebaliknya harus disebut penyelamat manusia. Dalam pandangan saya, sekiranya dia memegang kendali dunia pada hari ini pastilah dia bisa menyelesaiakan masalah kita yang dapat menjamin perdamaian dan kebahagiaan yang menjadi harapan manusia.

Professor bahasa Aramaic, Snersten Elasogi di dalam bukunya “Sejarah Hidup Muhammad” menyaatakan, “Sungguh kita tidak netral pada Muhammad kalau kota mengingkari apa yang ada pada dirinya, berupa sifat-sifat yang agung dan keistimewaan-keistimewaannya. Muhammad telah terjun di dalam perang kehidupan yang benar menghadapi kebodohan dan kesemrawutan, tetap teguh pada prinsipnya. Dia terus memerangi tindakan yang melampaui batas sampai berakhir pada kemenangan yang nyata. Sehingga syariatnya menjadi syariat yang paling sempurna, dia di atas para tokoh agung sejarah.”

Seorang orientalis Amerika Sneks di dalam bukunya “Agama Arab” menyaatakan, “Muhammad muncul 570 tahun setelah Isa. Tugasnya adalah untuk meningkatkan akal manusia dengan memberinya dasar-dasar utama dan akhlak yang mulia, mengembalikan kepada keyakinan Tuhan yang Esa dan kehiduan setelah kematian.”

Michel Hart di dalam bukunya “Seratus Tokoh dalam Sejarah” menyaatakan, “Pilihan saya Muhammad menjadi orang pertama yang terpenting dan teragung sebagai tokoh sejarah telah mengagetkan para pembaca. Namun dia (Muhammad) adalah satu-satunya tokoh dalam semua sejarah yang sukses dengan kesuksesan sangat tinggi pada tingkat Agama dan Dunia. Ada banyak rasul, nabi dan para pemimpin yang memulai dengan misi-misi agung. Namun mereka meninggal tanpa penyempurnaan misi-misi tersebut, seperti Isa di Kristen, atau yang lain telah mendahului mereka, seperti Musa di Yahudi. Namun Muhammad adalah satu-satunya (Rasul) yang menyempurnakan misi agamanya, menetapkan hukum-hukumnya dan diimani oleh bangsa-bangsa selama hidupnya. Karena dia mendirikan negara baru di sisi agama. Sedang di bidang dunia dia juga menyatukan kabilah-kabilah di dalam bangsa, menyatukan bangsa-bangsa di dalam umat, meletakan buat mereka semua asas kehidupannya, menggariskan masalah-masalah dunianya, meletakannya pada titik tolak menuju dunia. Dan juga di dalam hidupnya, dia adalah (Rasul) yang memulai risalah agama serta dunia dan menyempurnakannya.

Seorang sastrawan dunia, Lev Tolstewi, yang karya sastranya dianggap sebagai sastra yang paling bernilai tercatat dalam peninggalan kemanusiaan. Dia menyaatakan, “Cukuplah Muhammad sebagai kebanggaan karena dia telah membebaskan umat hina yang haus darah dari cakar-cakar setan tradisi yang tercela. Membuka di depan muka mereka jalan yang tinggi dan maju. Bahwa syariat Muhammad akan menguasai dunia karena kesesuaiannya dengan akal dan kebijaksanaan.

Dr. Shaberk asal Austria menyaatakan, “Sesungguhnya manusia pasti bangga memiliki afiliasi dengan tokoh seperti Muhammad. Dia itu meski dengan keumiannya (tidak bisa baca dan tulis) beberapa belas abad yang lalu mampu membuat undang-undang. Kita orang Eropa akan menjadi sangat bahagia apabila bisa sampai ke puncaknya.”

Seorang Filsuf Inggris yang penah mendapatkan hadiah Nobel, Tomas Karlil di dalam bukunya “Para Pahlawan” menyaatakan, “Sungguh menjadi sangat aib bagi siapapun yang berbicara pada masa ini mengeluarkan ungkapan bahwa agama Islam adalah kedustaan dan bahwa Muhammad adalah penipu. Kita harus memerangi penyebaran kata-kata yang absurd dan memalukan ini. Sesungguhnya risalah yang ditunaikan utusan (Rasul) tersebut masih menjadi pelita yang bercahaya selama 12 abad lamanya. Apakah ada di antara kalian yang mengira bahwa risalah ini yang menjadi pegangan hidup dan matinya jutaan orang yang tak terhidung jumlahnya adalah kedustaan dan penipuan.”

Seorang Sastrawan Jerman Gotah menyaatakan, “Sesungguhnya kita warga Eropa dengan seluruh pemahaman kita, belum sampai kepada apa yang telah dicapai Muhammad. Dan tidak akan ada yang melebihi dirinya. Saya telah mengkaji dalam sejarah tentang keteladanan yang tinggi untuk umat manusia ini. Dan saya temukan itu pada Nabi Muhammad. Demikianlah seharusnya kebenaran itu menang dan tinggi, sebagaimana Muhammad telah sukses menundukan dunia dengan kalimat tauhid.”

Keagungan ini telah menambah keluhuran derajat dan hakikat kenabian Muhammad. Terinspirasi dari teladan ini, umat Islam, berbeda dengan kaum liberal Barat, tidak memisahkan agama dan politik. Secara umum dapat dikatakan, Nabi Muhammad dalam perang dan damai, dalam perjalanan dan tinggal, dalam agama dan dunia, dalam setiap fase kehidupan dan kerja keras, menjadi teladan sempurna kemanusiaan dan spiritualitas. Apapun yang dilakukannya menjadi teladan abadi.

Walalhu A’lam Bishowab

Sumber: Armstrong, Karen. Sejarah Tuhan, Penerjemah Zaimul Am (Bandung: Mizan,  2016),

About Post Author

Masyhari

Founder rumahbaca.id, pembina UKM Sahabat Literasi IAI Cirebon

Happy

Happy

0 0 %

Sad

Sad

0 0 %

Excited

Excited

0 0 %

Sleepy

Sleepy

0 0 %

Angry

Angry

0 0 %

Surprise

Surprise

0 0 %