Teguh dibawah bendera NU

Teguh dibawah bendera NUWahai ulama dan para pemimpin yang bertaqwa  di kalangan ahlusunnah wal jama’ah dan keluarga mazhab imam empat; anda sekalian telah menimba ilmu­-ilmu dari orang-orang sebelum anda, orang-orang sebelum anda menimba dari orang-orang sebelum mereka, dengan jalan sanad yang bersambung sampai kepada anda sekalian. Dan anda menjadi selalu meneliti dari siapa anda menimba ilmu agama anda itu.

(Muqodimah Qonun Asasi)

Telitilah dari siapa kau belajar agama. Kira-kira seperti itulah yang dimaksud Hadratus Syeh Hasyim As’ari. Agama memang punya daya tarik yang luar biasa. Gerakan apapun, jika sudah dilabeli “atas nama agama”, semua orang akan mengikutinya. Tak akan ada seorangpun yang berani membantah.

Saudaraku, di abad informasi ini, agama sudah menjadi domain semua orang. Semua orang tiba’tiba menjadi ulama. Berbekal setumpuk buku, mereka menjadi orang yang berpengaruh, diikuti banyak orang. Sudah tak jelas lagi, yang mana ulama yang sebenarnya, dan mana yang bukan. Berbekal sorban, jubah dan bahasa arab, mereka menyiar-nyiarkan sesuatu dari dzon mereka. Mereka bungkus itu dengan kalimat-kalimat dari Tuhannya.

Saudaraku, sementara ulama-ulama pemegang sanad keilmuan sama sekali tak dikenal media. Mereka terpinggir dan terasing di zamannya. Tak pernah masuk tivi dan tersentuh media. Mereka berada di pesantren-pesantren mengajar para muridnya. Menjaga wara’ dan zuhud mensucikan diri dari godaan dunia.

Saudaraku, janganlah kau menoleh dengan panggilan-panggilan diluar sana. Tetaplah teguh bersama para ulamamu yang istiqomah. Asah keahlianmu, asah ilmumu dan asah hatimu. Yang diluar sana hanyalah riak kecil dari sebuah gelombang. Mereka hanyalah gelombang dari samudra yang dalam. Riuh diluar tapi tak pernah tahu apa yang ada di dalam samudra.

Saudaraku, pegang teguh tali sanadmu. Janganlah menimba dari sumur yang tak dikenal. Ikuti manhaj gurumu, ikuti akhlak ulamamu. Janganlah kau terpancing dalam debat penuh kebencian. Tetaplah istiqomah dijalanmu. Janganlah jadi pencuri-pencuri ilmu. Belajarlah agama dari pintu-pintunya.

Saudaraku, tancapkanlah ilmu-ilmu agamamu yang kau dapat dari gurumu ke dalam sanubarimu. Tetaplah bersama ahli-ahli ilmu, dan jangan bercerai berai. Tetap ikhlas berkhitmat membina umat dibawah bendera Nahdlatul Ulama.

Check Also

PASAL KHITTAH

PASAL MENJELASKAN TENTANG KHITTAH; Kembali pada ajaran Al Shalaf al-Sholih menjelaskan maksud dari kelompok yang …

Leave a Reply