Sehina-hinanya faqir dan semulya-mulyanya si kaya

sudah diaturYang namanya rejeki, semua sudah ditakar oleh Alloh. Namun terkadang kita sebagai manusia, sulit untuk menerima apa yang sudah dipastikan oleh Alloh. Padahal dunia menggoda manusia, tak perduli miskin atau kaya.

Seseorang yang bagi manusia lain “terlihat” kaya, seringkali justru merasa kurang. Sehinggamenggunakan cara-cara untuk mendapatkan dunia. Dalam hukum ekonomi, kebutuhan manusia memang tidak terbatas. Sedang pemenuhannya selalu terbatas.  Gus Faris menceritakan sebuah maqolah :

??? ??? ??? ???? ??????? (???? ??? ??? ???????) :

“???? ????? ??? ???? ???? ???? ?? ????? ??? ????? ????? ??? ??? ???? ?????? ???? ????

Abu Abdillah al Maghraby (sareane wonten thursina) nate dawuh : Menungsa paling hina iku wong faqir sing munduk2 lan merendahkan diri karo wong sugih (merga sugihe)

Lan wong kang paling gedhe kamulyane iku wong sugih sing merendahkan diri lan ngreksa hak lan kehormatane wong faqir

Manusia yang paling hina adalah orang faqir yang merendah dihadapan si kaya (karena kekayaannya). Dan orang yang paling besar kemulyaannya adalah orang kayanh yanh bisa merendahkan diri dan menjaga kehormatan orang faqir.

Jangan sampai apa yang dianugerahkan Alloh kepada kita, justru akan membuat kita terjerumus.

Check Also

Shohih, Hikmah Stiker Sholat Jamak 3 Waktu

Baru2 baru ini beredar stiker dari tentang menjamak sholat 3 waktu. “Jamak boleh dilakukan tiap …

Leave a Reply