Santri & Kyai #25

Santri & Kyai #25

Santri & Kyai“Yai,, kenapa Rasul Muhammad menepi di gua Hira? Budha Gautama mengembara keluar meninggalkan istana? Begitu pula Suryomentaram dan Musa? Semua tak diam di tempat?”

“Karena mereka perlu menepi,, membuat jarak ngger,,”

“Maksudnya mbah?”

“Coba kamu tempelkan tangan ke mukamu? Apa kau bisa lihat dengan baik jarimu itu? Lalu kau coba dorong tanganmu ke depan,, skrg jarimu lebih tampak jelas bukan?! Terkadang kedekatan itu justru membahayakan,, semisal Gautama dia dekat dgn istana terus,, manja nanti hasilnya,, begitu pula Musa bila tak piknik bareng Khidlir,, dia tak bisa melihat hidup lebih luas,, jarak yg membuat mobil tak bertabrakan,, jarak yg membuat Ekalaya lebih sakti dr Arjuna,, jarak yg membuat Abu Dzar Alghifari terjaga kezuhud’annya,,,”

“Berarti jarak ini sama dengan beruzlah yai?!”

“Ndak tentu,, jarak ini bisa kita yg membuat,, bisa kita yg dipaksa berjarak,, jadi selain beruzlah,, bisa juga menepi,, keluar,, mengembara,, dibuang,, dipecat,, tidak diperhitungkan,,, diremehkan,,, dianggap pembangkang,, tidak berebutan kekuasaan,, tak masuk lingkaran kuasa,, dsb ngger,,,”

“Apa karena itu alasan mbah menjauh dr pusat hegemoni kiai-santri ,,,, tdk membuat pesantren,, tdk populer,, tdk berebutan tulang dunia,, krn hendak membuat jarak?!”

“Kau bisa berpikir sendiri perkara ini ngger,, kau sudah cukup waktu di sini untuk mengetahui jawabannya,,”

Check Also

Santri & Kyai #34

Santri & Kyai #34 “Ngger,, belum tidur?!” “Belum mbah,, belum mengantuk,,” “Ya sudah,, sini duduk …

Leave a Reply