Khamasatun Hubbul Wathon

Oleh : Noya Geraldine

Siswi MA ALMUKARROM KaumanSumoroto Ponorogo

BvPMtMGCQAE8BYn.jpg largeKeimanan tertanam dalam hati. Bahwa rasa tanggung jawab bukanlah tanggungan yang rela disisingkan. Bukan hanya generasi muda yang wajib untuk mudah di ombang-ambingkan oleh hadirnya patriotis yang tampak seakan-akan dapat dibuktikan secara nyata. Hal ini biasanya disampaikan oleh ahli-ahli politik untuk mengemukakan gagasan. Boleh juga corak tanah air kita dapat menjadi bahan penciptaan suatu karya sastra. Ciptaan itu dapat beraneka ragam mungkin berupa adat, pandangan hidup atau perilaku masyarakat. Nilai-nilai realitas keimanan yang dipaparkan bisa mengandung nilai kehidupan, yakni nilai-nilai yang mengatasi realitas itu sendiri dan bersifat universal.

Tentang pandangan Hubbul Wathon Seperti halnya kenyataan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Jika sikap indah maka terjalin hubungan yang harmonis bagi Negara tercinta. Akibatnya, seperti hak atau kewenangan untuk melindungi tanah air.Sebagai bangsa tentu kita harus junjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Di satu sisi melestarikan bahasa, perlu juga pelestarian sumber daya alam juga perlu ditingkatkan. Tanah air kita kaya akan adat, sumber alam meruah. Bahkan ada pula menganggap Negara Indonesia adalah paru-paru dunia. Itulah alasan kenapa kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia. Dan landasi dengan iman dan ikhsan yang berkualitas.

Pentingnya pemahaman untuk Bangsa Indonesia agar terhindar dari ancaman kepunahan rasa patriotisme dan nasionalisme. Tanah air tumpah darah pahlawan Nasional memberi arti yang sangat luar biasa. Gigih juang yang tiada pudar sedikitpun dimata sang Pencipta. Indonesiaku permai nan indah. Bangga, jaga, terus mewarnai semboyan khatulistiwa ini.

Check Also

Hukum Pancung Untuk TKI : Kisas yang tidak kisasi

(Oleh: Kiai Masdar F. Mas’udi)* Secara harfiah qishash (kisas) berarti pembalasan setimpal: utang nyawa dibayar nyawa; mata …