Kangen

kangenKyai ahmad dhofir, biasa aku panggil pakdhe dhofir yang masih punya pertalian darah dengan kyai ageng besari, tegal sari, ponorogo begitu yang aku kenal karena beliau adalah sahabat karib bapakku sejak duduk dibangku madrasah diniyah hingga dewasa pergi merantau selalu bersama. Dulu setiap kali sowan ke rumahnya, pasti beliau bercerita tentang kebersamaannya dengan bapakku, begitu pun sebaliknya bapak sering bercerita kepadaku saat diperantauan dulu.

Letak rumah kami dan kyai ahmad dhofir cuma seratus meter arah utara. bedanya rumah beliau megah dan ada masjid yang masih satu pekarangan, sedangkan rumah kami sebelah mushola yang kini telah diwakafkan bapakku kepada jamaah muslimat nu. Sebagai sahabat karib mereka saling menghargai dan menghormati perbedaan masing-masing keyakinan, dimana kyai ahmad dhofir adalah pengurus nu, sedangkan bapakku adalah pengurus muhammadiyah, meskipun mereka pernah mengaji pada guru/kyai yang sama dulunya.

Ada satu hal yang unik tentang persahabatan mereka yang aku ketahui, yakni ketika pernikahan adik perempuanku, kyai ahmad dhofir disuruh bapak untuk mengijab kabulkan pernikahan adik perempuanku, pengalaman kedua adalah yang sering aku tersenyum ketika mereka duduk bersama satu majelis, pasti saling menunjuk untuk mengisi sebuah pengajian atau memimpin tahlilan di kampung kota pasuruan.

Jam 09.23 tadi, telepon seluler berbunyi, oh rupanya paman di cilacap menelpon dan mengabarkan bahwa empat hari yang lalu dia bermimpi disuruh pulang ke kampung, kyai ahmad dhofir kangen dia katanya, oh rupanya paman yang juga menjadi ustad di cilacap tak tanggap atas mimpi itu, dan empat hari yang lalu kata paman via telepon selulerku tadi mengabarkan tentang wafatnya kyai ahmad dhofir empat hari yang lalu, selamat jalan pakdhe begitu biasa aku memanggil beliau, masih kuingat pesanmu terakhir kepadaku “tanah ponorogo sudah tua, jaga gebang tinatarmu (thole) nidhom fauzi, jaga ayahmu. insyaallah aku pulang nanti ziarah ke pusaramu pakdhe.

Check Also

Hisaniyah Kalbar Gelar Haul Pendiri Pesantren Raudlatul Ulum Malang

Hisaniyah (Himpunan Santri dan Alumni Kyai Yahya Syabrowi) Kalimantan Barat menggelar haul ke-28 KH Yahya …

Leave a Reply