Aksi Damai Generasi Muda NU Ponorogo Menolak Kekerasan Atas Nama Agama

12355327_10207752747517260_2077145644_nBumi Ponorogo adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dimana rakyatnya mengidamkan bumi penuh kedamaian. Ungkapan kebencian, permusuhan dan tindak kekerasan apalagi yang mengatas namakan agama harus dicegah dan ditolak.
Ungkapan kebencian, permusuhan dan tindak kekerasan apalagi yang mengatas namakan agama telah  membawa korban jiwa yang tak terhitung jumlahnya di seluruh belahan bumi ini, tak terkecuali di Bumi Ponorogo ini. Tindak kekerasan ini diawali dengan menuduh kelompok lain sebagai sesat, kafir dan tak berilmu dan dengan tuduhan itu mereka dengan gampang pula mengabsahkan tindak kekerasan, terhadap kelompok yang di katakan sebagai sesat dan kafir itu. Gelompok ini berideologi radikal, dan sering menggunakan ungkapan kebencian serta ancaman kekerasan terhadap kelompok lain.
Gejala munculnya gerakan yang melakukan ‘penyesatan, pengkafiran dan ungkapan permusuhan’ terhadap ajaran dan tradisi Islam yang Rahmatalil ‘Alamin, Islam Ahlussunnah wal Jama’ah  yang telah tumbuh berkembang, serta diwarisklan para ulama sebelumnya mulai muncul di bumi Ponorogo ini. Bahkan gerakan ini sudah mulai ‘mengganggu’ tradisi ‘guyub rukun’ yang telah lama di ’uri-uri’ masyarakat Ponorogo, dengan mulai memaksakan agendanya pada pusat-pusat peribadatan, seperti masjid dan mushala, melalui media massa cetak dan elektornik.
Oleh karena itu kami Generasi Muda NU Ponorogo menyatakan sikap:
  1. Menolak segala bentuk ungkapan, pernyataan, tindakan yang menunjukkan kebencian, permusuhan dan kekerasan apalagi yang mengatasnamakan agama;
  2. Menuntut kepada Pemerintah dan aparat yang terkait melakukan pengawasan dan tindakan hukum yang tegas terhadap individu, maupun kelompok yang sering menggunakan  ungkapan, pernyataan, tindakan yang menunjukkan kebencian, permusuhan dan kekerasan apalagi yang mengatasnamakan agama;
  3. Menuntut kepada aparat Pemerintahan di Kabupaten Ponorogo, untuk melibatkan organisasi pemuda, organisasi massa keagamaan untuk berkolaborasi menangkal segala bentuk ideologi yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
Aksi ini dilaksanakan pada Jum’at, 4 Desember 2015, dengan rangkaian aktifitas Aksi damai, shalat jum’at, shalat gaib dan tabur bunga di makam alm. K. Misman KS, Imam Masjid Al Ibrahimy Karanglolor Sukorejo, sebagai wujud penghargaan terhadap perjuangan beliau menegakkan Islam yang moderat, yang menjunjung tinggi nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin.
Aksi ini menamakan diri Generasi Muda NU Ponorogo Menolak Kekerasan Atas Nama Agama
yang merupakan elemen gabungan dari perwakilan Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU Ponorogo, PMII Ponorogo, IPNU/IPPNU Ponorogo, Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa, Jaringan GusDurian Ponorogo.
12301574_460879917437042_6644262662159301372_n 12311196_460879594103741_8508738101667090108_n 12319563_10207752751757366_430529647_n 12341451_460879684103732_2521608977142076639_n 12342426_460879837437050_5279534730093585198_n 12342584_460879997437034_6370329124482077138_n 12345600_460879727437061_1330950714652312119_n 12348391_10207752751597362_1320117500_n 12351257_10207752752757391_320078742_n 12355093_10207752754957446_1160756755_n

Check Also

Banser Ponorogo Memperingati HUT RI Ke-72 di Puncak Gunung Tertinggi Ponorogo

17 Agustus menjadi momen yang tepat dalam memupuk jiwa nasionalisme warganya. Kesempatan itu tak sia-siakan …