94 Tahun Nahdlatul Ulama’ untuk NKRI

Bukan waktu yang sebentar, sudah 94 tahun mempertahankan, memelihara dan memajukan sebuah jamiyah yang konsisten terhadap sebuah ideologi. Nahdlatul Ulama tetap istiqomah menjaga NKRI dari segala bentuk ancaman.

Sekarang bukanlah jamannya mempertentangkan perkara bidah, toh orang yang ngeyel masih tetap orang yang itu-itu saja. Sekarang adalah saatnya menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan sebuah organisasi modern dari segi penampilan dan administrasi, namun tetap dan selalu mempertahankan ideologi serta tradisi yang sudah mengurat daging dalam diri jamaahnya. Tidak hanya secara kuantitas saja bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi dengan jamaah terbanyak, namun kita juga harus menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama secara kualitas organisasi tidak boleh dipandang remeh.

HARLAH NU 94
HARLAH NU 94

Memperingati 94 tahun hari lahir Nahdlatul Ulama bukanlah untuk bersenang-senang layaknya pesta, akan tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan keprihatinan kepada bangsa Indonesia. Karena kebanyakan masyarakat kita hari ini begitu keras dan kaku mengejar pahala dan kepentingan pribadi, tetapi abai terhadap ibadah sosial yang menjadi tanggung jawab bersama. Padahal, akhlak sosial adalah yang paling banyak membawa orang masuk surga. Ibadah sosial yang menjadi tanggung jawab bersama inilah sebenarnya jauh lebih utama dari pada sekedar mementingkan pahala seorang diri.

KH.Wahab Hasbullah juga dawuh bahwa hubbul waton minal iman, cinta terhadap tanah air adalah sebagian dari iman, mencintai tanah air Indonesia adalah kewajiban warganya. Dengan istighosah kubro di berbagai daerah bukan hanya untuk menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama masih punya banyak massa, akan tetapi secara kualitas Nahdlatul Ulama mampu mengubah nasib Indonesia menjadi lebih baik lagi. Jika kita berdoa dan berkumpul dengan jumlah 40 jamaah itu sama dengan doa satu wali, InsyaAlloh dengan jutaan jamaah sama dengan ribuan wali maka lebih cepat dikabulkan oleh Alloh.

Namun dengan gebyar dan kemeriahan harlah 94 tahun Nahdlatul Ulama ini kita tidak boleh terlena dan terlalu berbangga diri. Sehingga lupa akan bahaya dan ancaman yang masih harus terus kita waspadai. Maka jika setiap kali kita berjumpa dengan urusan yang berbau bumi, maka hendaknya kita harus segera membawanya ke langit. Mengetuk pintu langit, Menggapai Nurullah.

Check Also

Banser Ponorogo Memperingati HUT RI Ke-72 di Puncak Gunung Tertinggi Ponorogo

17 Agustus menjadi momen yang tepat dalam memupuk jiwa nasionalisme warganya. Kesempatan itu tak sia-siakan …